Takaran Tahitian Noni Untuk Penderita Gastritis

Tahitian Noni Liquid Supplement : 3 x 60 ml ( pagi, siang, sore dan malam)
Tahitian Noni Extra : 3 x 45 ml ( pagi, siang, dan malam)
TruAge Maxidoid : 3 x 30 ml ( pagi, siang dan malam)

Peranan Tahitian Noni Juice dalam mengatasi Gastritis yaitu :
1. Anti peradangan karena merupakan kaya akan iridoid.
2. Anti peradangan dengan Inhibisi Cox-2.
3. Menetralisir asam lambung dan regenerasi sel-sel lambung yang terdiri dari ikatan xeronin dan serotonin
4. Meningkatkan sekresi NO (Nitric Oxide) : Meningkatkan aliran dari lambung, meningkat nutrisi dan oksigen ke jaringan yang tukak sehingga mempercepat penyembuhan.
5. Antimikroba karena mengandung etanol, metanol dan asetil asetat.
6. Imunomodulator .
7. Merubah pH asam ke pH yang lebih optimal .
8. Menormalkan peristaltik usus Æ TNBB kaya serat.

Gastritis adalah kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan. Berdasarkan jangka waktu perkembangan gejala, gastritis dibagi menjadi dua, yaitu akut (berkembang secara cepat dan tiba-tiba) dan kronis (berkembang secara perlahanlahan). Lambung mempunyai selsel penghasil asam dan enzim yang
berguna untuk mencerna makanan.

Untuk melindungi lapisan lambung dari kondisi radang atau pengikisan asam, sel-sel tersebut juga sekaligus menghasilkan lapisan “lendir” yang disebut mucin. Ketika gastritis terjadi, ada penderita yang merasakan gejalanya dan ada juga yang tidak.

Beberapa gejala Gastritis di antaranya :
Nyeri yang menggerogoti dan panas di dalam lambung, kehilangan nafsu makan, cepat merasa kenyang saat makan, perut terasa kembung, cegukan, mual, muntah, sakit perut, gangguan saluran cerna, Buang air besar dengan tinja berwarna hitam pekat serta muntah darah.

Penyebab Gastritis
Berikut ini sejumlah hal yang dapat menyebabkan Gastritis, di antaranya:

  • Infeksi bakteri Pylori
  • Efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala
  • Stresonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Reaksi autoimun
  • Pertambahan usia
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit HIV/AIDS
  • Refluks empedu
  • Anemia Pernisiosa
  • Muntah kronis
  • Sindrom Dispepsia : nyeri ulu hati, mual, kembung muntah.
  • Perdarahan : Hematemesis (muntah darah) dan Melena (BAB darah).
  • Anemia.
  • Riwayat penggunaan obat-obatan dan zat kimia.

Gastritis terbagai atas dua :
1. Gastritis Akut.
2. Gastritis Kronik.
Secara klinis ada juga yang membagi Gastritis atas 3 jenis yaitu :
1. Erosive Hemorrhagik Gastritis.
2. Nonerosive, Chronic Active Gastritis.
3. Atrophic ( Fundal Gland) Gastritis.

Gejala Gastritis Akut
• Sindrom Dispepsia : nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah.
• Perdarahan : Hematemesis (muntah darah) dan Melena (Buang air besar darah).
• Anemia.
• Riwayat penggunaan obat-obatan dan zat kimia.
• Gambaran makroskopik : erosi mukosa lambung atau ulkus dangkal.
• Komplikasi perdarahan Æ syok hemoragik.

Gejala yang ditimbulkan yaitu:

Rasa tidak nyaman, rasa terbakar.
Lapar oleh karena rangsangan ujung saraf.
Pada dasar luka oleh asam lambung.

RASA SAKIT TIMBUL SESUDAH MAKAN : penderita takut makan.
Lokasi sakit : Ulu hati, kiri dan kanan garis tengah perut.

Sifat sakit :
• Mulai pada satu titik (penderita dapat menunjuk satu titik lokasi menyebar dan menjalar ke bahu kanan.
• Rasa sakit bisa hilang / berkurang bila diberi obat atau muntah.
• RASA SAKIT BERTAMBAH BILA DIBERI MAKAN.

Anoreksia, mual dan muntah dan BB menurun

PENDERITA TAKUT MAKAN.
• Sendawa, regurgitasi makanan dan asam.
• Gembung Æ perforasi.

Gastritis Kronik
Penyebab Multifaktor :
1. Faktor konstitusi : Genetik dan imunologik.
2. Faktor lingkungan : Rangsangan dalam waktu lama, berulang, terus menerus, sehingga menyebabkan kerusakan mukosa lambung. Misalnya; obat-obatan, alkohol, rokok, psikologis dan infeksi bakteri Helicobacter Pylori.
Terapi Supportif yang dapat diberikan berupa:
1. Makanan dan minum jangan berlebih-lebihan.
2. Mengunyah makanan selembut mungkin 32-45 kali kunyahan.
3. Membatasi makanan berlemak, gorengan, bakaran (sate).
4. Membatasi daging dan makanan lemak tidak jenuh
5. Cukup serat dalam sehariÆ sebagai penetral pH dan menormalkan peristaltik usus.
6. Menghindari minuman kopi, soda dan sebagainya.
7. Makanan merangsang seperti pedas-pedas, asam dan soda tinggi seperti soft drink
8. Stop konsumsi obat-obatan : penghilang rasa nyeri.
9. Hidup rileks dan menjauh dari stres.
10. Makanan teratur dan cukup istirahat.

 

Cek Manfaat Tahitian Noni Untuk Berbagai Penyakit di SINI