Takaran Tahitian Noni Juice Untuk Penderita Penyakit Hipertyhroid :


Tahitian Noni Juice Original : 8 x 60 cc ( Intensive frekwensi dengan 60 cc per 2 jam )
Tahitian Noni Juice Extra : 6 x 60 cc ( Intensivefrekwensi dengan 60 cc per 3 jam)
Tahitian Noni Juice Maxidoid : 5 x 60cc (Intensivefrekuensi per 4 jam)

 Manfaat Tahitian Noni Untuk Penyakit HipertyhroidDan jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih hangat minimal 3 liter / hari karena Tahitian Noni Bioactive Beverage mudah larut dalam air dan komunikasi antar sel didalam tubuh dapat saling tercipta dengan baik.


Peranan Tahitian Noni Juice
Untuk Penderita Penyakit Hipertyhroid :

  1. Tahitian Noni Juice dengan kandungan iridoid yang utama memiliki efek yaitu memperbaiki sel-sel yang
    rusak serta meningkatkan energi, stamina dan imunitas tubuh.
  2. Tahitian Noni Juice bersifat adaptogen dan memiliki zat bioaktif utama yaitu Iridoid yang bekerja di
    tingkat gen dan dapat memperbaiki kerusakan sel serta reorganisasi sel.
  3. Merangsang kelenjar pituitary untuk menghasilkan produksi hormon thyroid yang dirangsang oleh hipotalamus dan mengontrol semua fungsi hormonal (koregulator hormon). Terletak di dasar otak tepat di bawah hipotalamus, kelenjar ini mengatur banyak produksi hormon besar di seluruh tubuh termasuk gonad, kelenjar adrenal, dan kelenjar tiroid bersifat sebagai regulasi hormon.Sehingga pemeriksaanTiroksin ( T4 dan T3) dalam batas normal.
  1. Super antioksi dan sebagai anti oksidan eksogenous (antioksi dan di dalam tubuh) yang kaya akan vitamin, mineral.
  2. Imunomodulator.
  3. Autoimun merupakan reaksi hipersensitif sistem imun tubuh terhadap sel normal. Tahitian Noni Juice dapat bersifat Otoimun yang dapat menormalkan sistem imunitas tubuh.
  4. Iridoid juga dapat menginhibisi reaksi yang berlebihan. Iridoid sebagai anti inflamasi atau anti peradangan yang potensial dapat memperbaiki kerusakan sel dan mereorganisasi metabolisme didalam tubuh.

Hipertyhroid Tahitian Noni

Setiap bagian tubuh manusia memiliki kelenjar yang memproduksi hormon tertentu. Jika produksi hormon berjalan normal tidak akan menimbulkan masalah tetapi bila produksinya berlebih bisa menimbulkan gangguan kesehatan, contohnya seperti kelebihan hormon tiroid (hipertiroid).

Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon hormon tiroid secara berlebihan di dalam darah, yang membuat metabolisme tubuh menjadi lebih cepat dan dapat membuat kualitas hidup dari penderitanya menurun.

Jumlah penderita hipertiroid kini terus meningkat. Hipertiroid merupakan penyakit hormonal yang menempati urutan kedua terbesar di Indonesia setelah Diabetes (kencing manis).

Urutan tersebut serupa dengan kasus yang terjadi di dunia Hormontiroid sendiri terdapat dalam 2 bentuk yaitu :

Tiroksin (T4), merupakan bentuk yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, hanya memiliki efek yang ringan terhadap kecepatan metabolisme tubuh.

Dan yang kedua yaitu Tiroksin dirubah di dalam hati dan organ lainnya kedalam bentuk aktif, yaitu tri-iodo-tironin (T3).

Sebagian besar T4 dan T3 terikat erat pada protein tertentu di dalam darah dan hanya aktif jika tidak terikat pada protein ini.

Dengan cara ini, tubuh mempertahankan jumlah hormon tiroid yang sesuai dengan kebutuhan agar kecepatan metabolisme tetap stabil.

Agar kelenjar tiroid berfungsi secara normal, maka berbagai faktor harus bekerjasama secara benar yaitu hipotalamus, kelenjar hipofisa dan hormontiroid (ikatannya dengan protein dalam darah dan perubahan T4 menjadi T3 di dalam hati serta organ lainnya).

PENYEBAB HIPERTIROID


Beberapa penyebab hipertiroid antara lain : penyakit Grave suatu penyakit autoimun (penyebab paling sering), toxic Multinodular Goiter (TMNG), Solitary Toxic Adenoma, asupan makanan yang berlebihan dari hormon hormon tiroid, pengeluaran yang abnormal dari Thyroid Stimulating Hormon (TSH), peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), asupan yodium yang berlebihan, kanker pituitary, pemakaian obatobatan seperti amiodarone

GEJALA – GEJALA HIPERTIROID


Hipertiroid ditandai dengan beberapa gejala, namun pada pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak ada gejala. Pada pasien usia > 70 tahun, tanda dan gejala yang khas mungkin juga tidak ada.

Pada umumnya, gejala – gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat.Gejala-gejala biasanya yang berkaitan dengan hipertiroid antara lain :

Denyut jantung yang sangat cepat (berdebardebar) > 100 per menit,  peningkatan tonus otot, tangan gemetaran (tremor), rambut rontok, kulit tipis dan halus, sulit tidur (insomnia), gelisah dan mudah tersinggung, pertumbuhan kuku yang sangat cepat, kelelahan dan cepat letih, penurunan berat badan meskipun pola makan normal atau banyak, peningkatan frekuensi buang air besar (BAB), pembesaran kelenjar tiroid, tidak tahan udara panas, keringat berlebihan, pada wanita terjadi gangguan haid (sedikit dan tidak teratur), konsentrasi berkurang, mata melotot (exoptalmus).

Jika tidak segera diobati, hipertiroid akan sangat berbahaya bagi jantung. Karena sifat penyakit ini kronis, maka pengobatannya berlangsung lama dan menahun.